Home » Informasi Penyakit Paru-paru » Pengaruh Shock Terhadap Organ Paru-paru

Pengaruh Shock Terhadap Organ Paru-paru

Posted at March 30th, 2012

Organ Paru-paru merupakan organ yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Organ paru-paru pada manusia merupakan organ fital, karena hanya paru-parulah organ tubuh yang digunakan untuk bernafas.

Pengaruh Shock Terhadap Organ Paru-paruParu-paru merupakan bagian dari sistem pernapasan kita yang memiliki fungsi memasok oksigen ke dalam darah dan melepaskan karbondioksida dari darah. Istilah medis untuk paru-paru berasal dari bahasa Latin, pulmonaris, yang berarti “dari paru-paru” atau “dengan pneumo” yang berarti napas.

Paru-paru itu lunak, seperti karet busa. Dalam keadaan sehat, paru-paru biasanya berwarna abu-abu merah muda meskipun paru yang sehat bisa saja menjadi hitam akibat partikel karbon dalam udara yang tercemar.

Pengaruh shock terhadap Organ Paru-paru adalah pada paru-paru, hyperventilasi (dengan alkalosis respiratori) terjadi awal, kemungkinan dalam respons terhadap pengaruh senyawa vasoaktif pada reseptor paru-paru. Kemudian hyperventilasi adalah suatu usaha untuk kompensasi terhadap asidosis metabolik yang berkembang cepat. Aliran darah pulmonari yang buruk merupakan predisposisi atelektasis dan infeksi. Kegagalan respirasi para shock yang tidak diterapi secara cepat terjadi akibat kelelahan otot pernapasan secara sekunder terhadap ischemia, kegagalan pusat napas, perkembangan shock paru-paru atau kombinasi.

Banyak faktor patologik dapat menyebabkan oedema interstitial dan alveolar, termasuk peningkatan permeabilitas kapiler, tekanan hidrostatik kapiler yang tinggi (akibat kegagalan venreikel kiri), berkurangnya tekanan oncotik plasma, berkurangnya fungsi limfatik paru-paru, kekurangngan produksi surfaktan (sekunder terhadap hypoksia), hilangnya sel alveolar tipe I dan digantikan oleh proliferasi sel tipe II ( menghasilkan penebalan septa alveolar).

Penyebaran luka pada organ paru-paru yang meluas ditandai oleh aktivasi sel aggregasi WBC, pelepasan superoksida netrofil fagosit, protease menyebabkan destruksi colagen dan fibronektin serta aggregasi platelet. Prostaglandin dan tromboxan diduga terlibat, khususnya pada shock endotoksik. Kerusakan RES menyebabkan berkurangnya pembersihan komponen bakterial, fibrin dan produk degradasi fibrin dan platelet luka, semua yang menambah oedema pulmonum.

Keluarnya protein meningkatkan tekanan oncotik interstitial organ paru-paru dan mempermudah pembentukan eodema. Infiltrasi interstitial paru-paru dengan sel mesenchim, sel radang dan sel lain dapat menyebabkan capiler dan alveolar digantikan oleh fibrosis interstitial. Secara klinis perubahan paru-paru dikarakterisasikan oleh tachypneu, inspirasi berderak dan secara potensial hypoksemia parah.

Oleh karena itu Organ Paru-paru harus dijaga karena lebih dari 1,4 juta kasus penyakit paru-paru terdiagnosa setiap tahunnya di seluruh dunia. Setiap 30 detik satu orang meninggal dunia karena penyakit paru-paru. Ini setara dengan 3.000 orang setiap harinya di seluruh dunia.

Sumber : duniaveteriner.com

Click here for more information about "Pengaruh Shock Terhadap Organ Paru-paru"

Wooww, very nice! I want to share this product!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Write your comment about Pengaruh Shock Terhadap Organ Paru-paru




Related post to Pengaruh Shock Terhadap Organ Paru-paru


You might also likeclose